Kaidah Penyusunan Pesan Formal serta Pesan Dinas

Pesan dinas serta pesan formal mempunyai unsur- unsur yang sama, ialah: kepala pesan, bertepatan pada pesan, lampiran, Mengenai, alamat tujuan pesan, salam pembuka, isi pesan, salam penutup, ciri tangan, nama jelas, jabatan, tembusan, serta nama samaran. Tidak hanya pemakaian bahasa yang bertabiat resmi, dalam penyusunan unsur- unsurnya pesan pula wajib mematuhi kaidah penyusunan bahasa yang cocok dengan ejaan yang disempurnakan. Berikut kaidah penyusunan pesan formal yang wajib dicermati.

enyusunan Kepala Surat

Kepala pesan( kop pesan) bermanfaat buat membagikan data kepada penerima pesan tentang nama, alamat, dan penjelasan lain yang berkaitan dengan lembaga ataupun tubuh pengirim pesan. Kaidah penyusunan kepala pesan merupakan selaku berikut.

a.Unsur- unsur alamat dipisahkan dengan ciri koma, bukan dengan ciri hubung.

Contoh: Jalur Gunung Semeru Nomor. 20 Blok D, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Padang.

b.Kata jalur dituliskan lengkap jalur, tidak pendek Jalan. ataupun Jln.

c.Bila kantor tersebut mempunyai no telepon, tuliskan kata Telepon, bukan Tilpon, serta bukan pula singkatan Telp. ataupun Tilp. Setelah itu, no telepon tidak butuh diberi titik sebab bukan ialah sesuatu jumlah( Telepon 4536754, bukan Telpon 4. 536. 754).

2.Penyusunan bertepatan pada surat penulisan alamat yang benar

Kaidah penyusunan bertepatan pada pesan merupakan selaku berikut.

a.Bertepatan pada pesan dinas tidak butuh didahului nama kota sebab nama kota itu telah tercantum pada kepala pesan.

b.Nama bulan jangan disingkat ataupun ditulis dengan angka. Misalnya, bulan November tidak boleh ditulis Nov. ataupun 11; Februari jadi Feb. ataupun 2

c.Tahun pula dituliskan lengkap, tidak disingkat dengan ciri koma di atas.

d.Pada akhir bertepatan pada pesan, tidak dibubuhkan ciri baca apa juga, baik titik ataupun tandahubung.

Contoh: 28 Oktober 2007

3.Penyusunan Alamat Pesan yang Dituju

Kaidah penyusunan alamat( dalam) pesan merupakan selaku berikut.

a.Alamat yang dituju ditulis di sebelah kiri pesan pada jarak tengah antara perihal pesan serta salam pembuka. Posisi alamat pesan pada sisi sebelah kiri ini lebih menguntungkan daripada dituliskan di sebelah kanan sebab mungkin pemenggalan alamat tidak terdapat. Jadi, alamat yang lumayan panjang juga bisa dituliskan tanpa dipenggal sebab tempatnya lumayan bebas.

b.Alamat pesan tidak dimulai kata kepada sebab kata tersebut berperan selaku penghubung intrakalimat yang melaporkan arah.( Alamat pengirim juga tidak didahului kata dari sebab kata dari berperan selaku penghubung intrakalimat yang melaporkan asal).

c.Alamat yang dituju dimulai dengan Yth.( diiringi titik) ataupun Yang terhormat( tidak diiringi titik).

d.Saat sebelum mencantumkan na ma orang yang dituju, umumnya penulis pesan mencantumkan sapaan Bunda, Ayah, Kerabat ataupun Sdr https://academia.co.id .

e.Bila nama orang yang dituju bergelar akademik yang ditulis di depan namanya, semacam Drs., Ir., serta Drg., kata sapaan Ayah, Bunda, ataupun Kerabat tidak digunakan. Demikian pula, bila alamat yang dituju itu mempunyai pangkat, semacam sersan ataupun kapten, kata sapaan Ayah, Bunda ataupun Kerabat tidak digunakan. Bila yang dituju merupakan jabatan orang tersebut semacam direktur PT ataupun kepala lembaga tertentu, kata sapaan Ayah, Bunda, ataupun Sdr. tidak berimpit dengangelar, pangkat, ataupun dengan jabatan. Perhatikan contoh penyusunan alamat yang benar:

Yth. Ayah Syakuro, B. A.

Yth. Ayah Darwino

Yth. Ir. Mariani

Yth. Kepala Desa Tajur

Yth. Kapten Sumijo

f.

Penyusunan kata jalur tidak pendek. Setelah itu, nama gang, no, RT, serta RW umumnya dituliskan lengkap dengan huruf kapitalsetiap dini kata. Berikutnya, nama kota serta provinsi dituliskan dengan huruf dini kapital, tidak butuh digarisbawahi ataupun diberi ciri baca apa juga. Semacam pada alamat pengirim, pada alamat yang dituju juga butuh dicantumkan kode pos bila kota tersebut sudah memilikinya buat memperlancar serta memudahkan penyampaian pesan Kamu ke alamat yang dituju. Perhatikan contoh penyusunan alamat di dasar ini:

Yth. Kepala Biro Umum

PT Jaya Lestari

Jalur Menteng Raya Nomor. 5

Jakarta Pusat 12254

gram.

Adakalanya alamat yang dituju oleh penulis tidak jelas. Misalnya, penulis pesan tidak ketahui persis kepada siapa pesan tersebut dialamatkan, apakah kepada direktur, kepada sekretarisnya, ataukah kepada kepala bagian personalianya. Jika demikian permasalahannya, penulis pesan wajib memakai alamat yang universal saja, semacam pimpinan sehingga alamat itu, misalnya, ditulis selaku berikut:

Baca Juga : Kucing Toilet Training – Ya, Bisa Dilakukan!

Yth. Pimpinan Pabrik Minyak Lam Kiau

Jalur Tabing Nomor. 10 Padang

h.

Bila kita berkirim pesan kepada seorang bersumber pada iklan pesan berita, semacam iklan dalam Kompas ataupun dalam Suara Update, hendaklah pesan itu diperuntukan kepada pemasang iklan tersebut, serta bukan kepada iklannya. Oleh sebab itu, alamat yang benar bagi kaidah bahasa merupakan alamat yang diperuntukan kepada pemasangnya, semacam contoh berikut:

Yth. Pemasang Iklan pada setiap hari Kompas

Kotak Pos 2619

Jakarta 10001 di Dasar Nomor. 658

4.

Penyusunan salam pembuka

Kaidah penyusunan salam pembuka dalah selaku berikut.

a.

Salam pembuka dicantumkan di sebelah kiri satu garis tepi dengan no, lampiran, perihal, serta alamat pesan.

b.

Huruf awal dini kata dituliskan dengan huruf kapital, sebaliknya kata yang lain dituliskan kecil seluruh, setelah itu salam pembuka itu diiringi ciri koma.

c.

Ungkapan yang umum digunakan selaku salam pembuka dalam surat- surat dinas yang bertabiat netral merupakan.

Dengan hormat,( D kapital, h kecil, diiringi ciri koma)

Salam sejahtera,( S kapital, s kecil, diiringi ciri koma)

Kerabat…..,

Kerabat….. yang terhormat,

Ayah….. yang terhormat,

Dokter. Ir. Aceng Suherlan yang terhormat,

Profesor. Adad Iskandar yang terhormat,

5.

Penyusunan Salam Penutup

Kaidah penyusunan salam penutup merupakan selaku berikut.

a.

Huruf dini kata salam penutup ditulis dengan huruf kapital, sebaliknya perkata yang lain ditulis kecil.

b.

Setelah salam penutup, dibubuhkan ciri koma.

Contoh:

Benar

Salah

Salam takzim,

Salam Takzim,

Salam kami,

Salam Kami,

Hormat kami,

Hormat Kami,

Wasalam,

Wassalam,

6.

Ciri Tangan, Nama Jelas, serta Jabatan

Pesan dinas dikira legal bila ditandatangani oleh pejabat yang berwewenang, ialah pemegang pimpinan sesuatu lembaga, lembaga, ataupun organisasi. Kaidah penyusunan serta tata letak ciri tangan, nama jelas, serta jabatan merupakan selaku berikut:

a.

Nama jelas indikator tangan dicantumkan di dasar ciri tangan dengan cuma huruf dini tiap kata ditulis kapital, tanpa diberi kurung serta tanpa diberi ciri baca apa juga.

b.

Di dasar nama indikator tangan, dicantumkan nama jabatan selaku bukti diri indikator tangan tersebut.

c.

Bila hendak dicantumkan pula no induk pegawai pejabat yang bersangkutan, pencantumannya di antara nama jelas serta jabatan. Hendak namun, sesungguhnya pencantuman NIP bukan ialah sesuatu keharusan.

Perhatikan contoh di dasar ini:

Meter. Taufik Arif

NIP 130519977

Kepala

Perhatikan pencantuman ciri tangan, nama jelas, serta jabatan di dasar ini:

Ciri tangan

Drs. Sungaji

Kepala

Ciri tangan

Meter. Arsalan, S. E.

Direktur

Ciri tangan

Profesor. Dokter. Sangkuni, Meter. Sc.

NIP 130427722

Rektor

7.

Pemakaian Wujud Singkatan a. n.

Kaidah pemakaian wujud singkata a. n. merupakan selaku berikut.

a.

Wujud a. n.( a kecil diberi titik serta n kecil diberi titik) digunakan bila penandatanganan dicoba oleh pejabat setingkat di dasar pimpinan yang ditunjuk oleh pimpinan lembaga yang bersangkutan.

b.

Wujud singkatan a. n. dicantumkan di depan nama jabatan yang melimpahkan wewenang penandatanganan itu.

Perhatikan wujud penyusunan wujud singkatan a. n. di dasar ini.

…………………………

a. n. Direktur Utama

PT Sumber Waras

Ciri angtan

Mardoni

Direktur Pemasaran

…………………………..

a. n. Kepala Pusat Pembelajaran serta Pelatihan

NIB 1946

Ciri Tangan

Nama jelas

Sekretaris Pusdiklat

8.

Tembusan

Terdapat sebagian lembaga yang menamakan bagian ini tindasan ataupun c. c.( carbon copy). Pusat Bahasa tidak menyarankan pemakaian sebutan tersebut. Yang disarankan Pusat Bahasa merupakan Tembusan.

Perhatikan penyusunan tembusan di dasar ini:

Tembusan:

1.

Direktur Fasilitas Pendidikan

2.

Kepala Bagian Tata Usaha

3.

Sdr. Sukijan

9.

Inisial

Nama samaran diucap pula sandi, ialah kode pengenal yang berbentuk singkatan nama pengonsep serta singkatan nama pengetik pesan. Nama samaran ditempatkan pada bagian dasar di sebelah kiri. Misalnya:

SR/ Ggn

SR: Singkatan nama pengonsep: Siti Rumati

Ggn: Singkatan nama pengetik: Gugun

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *