Memahami Ikan Koi, Simbol Cinta serta Persahabatan

Untuk penghobi pemelihara ikan, pasti tidak asing lagi dengan tipe ikan koi. Ikan yang pula diketahui dengan istilah karper tersebut mempunyai nama ilmiah Cyprinus carpio. Telah banyak yang memelihara baik itu dirumah makan, ataupun dijadikan hiasan buat membuat cantik tampilan rumah- rumah, terdapat yang ditaruh di dalam aquarium buat dipajang di ruang tamu, dibuatkan kolam di taman rumah, ataupun bagaikan pajangan di dalam kamar buat menemani rehat.

Tidak cuma itu, ikan koi pula kerap ditemukan di sebagian tempat wisata, buat menaikkan kesan yang damai serta tentram. Salah satunya di Halaman Tamasya Selecta, Kota Batu, Jawa Timur.

Diiringi suara gemericik air yang mengalir dari pipa, ikan- ikan itu nampak lihai berenang. Sesekali terdapat yang nampak melawan arus, serta mencuat ke permukaan air seakan lagi menyongsong kehadiran turis. Sebagian turis terlihat bersemangat melaksanakan swafoto dengan latar balik ikan di dalam kolam ataupun aquarium yang berisi ikan mas serta ikan koi yang terdapat di halaman wisata legendaris itu.

Lain di tempat wisata, jual ikan koi blitar di salah satu rumah makan Waroeng Bamboe yang terletak di Kota Batu, pula ditemukan ratusan ikan koi warna- warni di dalam kolam berdimensi besar. Ikan- ikan tersebut seakan jadi energi tarik tertentu untuk para pelanggan yang tiba. Sembari menunggu menu yang dihidangkan, para wisatawan dapat santai serta bermain- main dengan sekumpulan ikan yang konon dipercaya bagaikan simbol cinta serta persahabatan itu.

Bawa keberuntungan

Pada biasanya, ikan koi kerap ditemukan diberbagai tempat. Terlepas dari itu, ikan koi pula dapat jadi kesenangan tertentu untuk para penghobi sebab pola rupanya yang beragam, salah satunya semacam yang dialami oleh Fitra Agung Nugraha.

Laki- laki asal Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu memilah memelihara ikan koi bermula kala mencari rujukan di internet tentang ikan yang dapat dipelihara. Kebetulan pada waktu itu ia baru berakhir merenovasi rumahnya, serta membuat kolam minimalis. Buat membuat cantik rumah yang ia memiliki tersebut hingga dipilihlah ikan koi bagaikan hewan peliharaan.

“ Pola rupanya yang putih, merah serta gelap kayaknya lezat dilihat, kesannya tegas gitu, jadi aku suka” kata Fitra, memulai ceritanya.

Ia mengaku, hobi memelihara ikan koi belum lama, baru 1, 5 tahun. Fitra juga berbagi pengalaman, dini mulanya ia hadapi kesusahan sebab masih belum paham soal gimana metode memelihara air serta melindungi perputaran buat ikan koi, sehingga sebagian ikan yang dirawatnya itu mati.

Bersamaan berjalanya waktu ia mulai faham, pada kesimpulannya sisa ikan koi yang ia pelihara dari kecil tersebut dapat tumbuh hingga dikala ini.“ Semula panjangnya 12 centimeter, saat ini ini ukurannya kurang lebih dekat 48- 50 centimeter,” imbuh laki- laki yang merasa diuntungkan sebab dapat menaikkan sahabat dari sesama penghobi ikan koi tersebut.

Ikan koi, tidak hanya dipercaya bisa bawa hoki ataupun keberuntungan tertentu untuk penghobi. Dalam skala besar, bisa pula dijadikan bagaikan sumber pemasukan buat menghidupi kebutuhan keluarga. Semacam yang dialami Deky Arisandy, penghobi sekalian pembudidaya ikan koi asal Pakisaji, Kabupaten Malang.

Deky mengaku, bisnis ikan koi tidak hanya dapat digunakan buat memadai kebutuhan hidup dalam tiap hari, hasilnya pula dapat digunakan buat menyekolahkan anak. Ia merasa beruntung, berkat ketekunanya, dikala ini terdapat 10 kolam ikan koi yang ia garap, satu kolamnya rata rata berdimensi 6×15 m. Harga ikan yang ia jual juga bermacam- macam, buat mutu pasar dijual dengan harga Rp500 per ekor.

Sedangkan ikan koi yang mempunyai mutu kontes, ia banderol dengan harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Pengalaman yang lumayan berkesan menurutnya merupakan, kala terdapat seseorang pengusaha dari Jakarta pula penghobi yang sama, sempat membeli ikan koi peliharaanya dengan harga Rp10 juta satu ekor.

Untuk Deky, bisnis ikan koi sangat prospek buat kedepan, sebab tiap tahun permintaan terus bertambah. Disisi lain, dikala ini pula kerap diadakan kontes ikan koi baik itu skala lokal ataupun Nasional. Cuma saja buat dikala ini ia merasa terkendala dengan bayaran ongkos pengiriman yang naik 2 kali lipat dari tadinya, perihal itu dinilai tidak sebanding dengan harga ikan koi yang ia kirim.

“ Aku sempat bisa orderan dari Palu, harga ikanya Rp700 ribu per ekor, sedangkan bayaran pengiriman saat ini ini kisaran Rp 1. 400 ribu, ataupun dapat lebih. Ya rugi,” ucap Deky.

Ia melanjutkan, tadinya, ia dapat kirim ikan koi keluar wilayah minimun 4 kali dalam sebulan. Berhubung ongkos pengiriman dikala ini mahal, jadi konsumennya hadapi penyusutan 50 persen.“ Rata- rata keberatan diongkos pengiriman, jika tidak betul- betul hobi ya tidak jadi pesan,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, Deky lagi mempersiapkan buat kegiatan kontes ikan koi dengan skala nasional yang hendak diadakan di kolam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jatim.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *